Manual Mutu Jurusan Administrasi Bisnis FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

Document technical information

Format pdf
Size 654.4 kB
First found Jun 9, 2017

Document content analysis

Category Also themed
Language
Italian
Type
not defined
Concepts
no text concepts found

Persons

Organizations

Places

Transcript

Manual Mutu
Jurusan Administrasi Bisnis
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012
i
Manual Mutu
Jurusan Administrasi Bisnis
Fakultas Universitas Brawijaya
Kode Dokumen
:
00302 05000
Revisi
:
Empat
Tanggal
:
28 Februari 2012
Diajukan oleh
:
Ketua Jurusan Administrasi Bisnis
<TTD>
Dr. Kusdi Rahardjo
Disetujui oleh
:
Dekan FIA UB
<TTD>
Prof. Dr. Sumartono, MS
ii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .............................................................................................................................. iii
1.
PENDAHULUAN .................................................................................................................1
1.1 Ruang Lingkup .....................................................................................................................1
1.2 Tujuan Manual Mutu ...........................................................................................................1
2.
LANDASAN KEBIJAKAN MANAJEMEN MUTU ......................................................................1
3.
ISTILAH DAN DEFINISI ........................................................................................................2
4.
SISTEM MANAJEMEN MUTU ..............................................................................................3
4.1 Sekilas Tentang Jurusan Administrasi Bisnis........................................................................3
4.2 Persyaratan Dokumentasi ....................................................................................................4
5.
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN.................................................................................... 17
5.1 Komitmen Manajemen .....................................................................................................17
5.2 Fokus pada Pelanggan .......................................................................................................17
5.3 Kebijakan Mutu...................................................................................................................19
5.4 Perencanaan ......................................................................................................................20
5.5 Tanggung Jawab, Wewenang dan Komunikasi .................................................................27
5.6 Tinjauan Manajemen .........................................................................................................28
6.
Pengelolaan Sumberdaya ................................................................................................ 29
6.1 Penyediaan Sumberdaya ...................................................................................................29
6.2 Sumberdaya Manusia ........................................................................................................29
6.3 Prasarana ...........................................................................................................................31
6.4 Lingkungan Kerja ...............................................................................................................31
7.
Realisasi Produk .............................................................................................................. 31
7.1 Perencanaan Realisasi Produk ...........................................................................................31
7.2 Proses Berkaitan dengan Pelanggan .................................................................................32
7.3 Desain dan Pengembangan ...............................................................................................34
7.4 Pembelian ..........................................................................................................................37
7.5 Produksi dan Penyediaan Jasa ...........................................................................................37
7.6 Pengendalian Peralatan Pemantauan dan Pengukuran....................................................38
8.
Pengukuran, Analisis dan Perbaikan ................................................................................. 38
8.1 Umum ................................................................................................................................38
8.2 Pemantauan dan Pengukuran ...........................................................................................38
8.3 Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai ...........................................................................40
8.4 Analisis Data ......................................................................................................................40
8.5 Perbaikan ...........................................................................................................................40
iii
1.
PENDAHULUAN
1.1
Ruang Lingkup
Manual mutu merupakan dokumen yang menjadi panduan implementasi manajemen
mutudan merupakan persyaratan sistem manajemen mutu yang harus dipenuhi oleh unit-unit
kerja di lingkungan Universitas Brawijaya.
Manual Mutu ini disusun dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Sistem
Manajemen Mutu ISO 9001:2008serta pedoman dalam layanan pendidikanIWA2:2007. Manual
mutu ini berlaku untuk unit pelaksana akademik di lingkungan Jurusan Administrasi Bisnis,
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.
1.2
Tujuan Manual Mutu
Manual Mutu ini bertujuan untuk:
a. Menggariskan proses utama yang terkait langsung ataupun tidak langsung dengan layanan
pendidikan di Jurusan Administrasi Bisnis, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi
ataupun tindakan perbaikan untuk menjamin adanya perbaikan berkelanjutan dalam
memenuhi persyaratan pelanggan.
b. Menjelaskan hubungan antara berbagai aktivitas yang terkait dalam proses di atas.
c.Menjelaskan hubungan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) dengan persyaratan ISO 9001:2008.
d. Mencerminkan komitmen Jurusan Administrasi Bisnis dalam peningkatan mutu secara
berkelanjutan dalam bentuk tertulis, sehingga dapat dipahami oleh semua pihak yang
terlibat dalam proses pendidikan.
2.
LANDASAN KEBIJAKAN MANAJEMEN MUTU
Rujukan yang digunakan adalah:
a. Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Tinggi Nasional
b. Pedoman Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, Tahun 2003
c. Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
d. Akreditasi Perguruan Tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional, 2008
e. Akreditasi Program Studi Sarjana, Magister dan Doktor oleh Badan Akreditasi Nasional, 2009
f. Persyaratan SMM ISO 9001:2008
g. Persyaratan SMM untuk layanan pendidikan IWA2:2007
h. Standar mutu world class university (WCU QS Asia) 2009
i. Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Universitas Brawijaya
j. Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Fakultas Ilmu Administrasi
1
3.
ISTILAH DAN DEFINISI
a. Mutu adalah keseluruhan karakteristik produk yang menunjukkan kemampuannya dalam
memenuhi permintaan atau persyaratan yang ditetapkan customer atau pelanggan
(stakeholders), baik yang tersurat (dinyatakan dalam kontrak), maupun tersirat
b. Sistem Manajemen Mutu (SPM) adalah sistem manajemen untuk mengarahkan dan
mengendalikan suatu organisasi yang berkaitan dengan mutu dan merupakan sistem
manajemen terdokumentasi
c. Standar Mutu (SM) adalah seperangkat tolok ukur kinerja sistem pendidikan yang mencakup
masukan, proses, hasil, keluaran serta manfaat pendidikan yang harus dipenuhi oleh unitunit kerja. Suatu standar mutu terdiri atas beberapa parameter (elemen penilaian) yang
dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur dan menetapkan mutu dan kelayakan unit
kerja untuk menyelenggarakan programnya
d. Penjaminan Mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan
Perguruan Tinggi (PT) secara konsisten dan perbaikan berkelanjutan, sehingga Visi dan Misi
PT dapat tercapai serta stakeholders memperoleh kepuasan
e. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan penjaminan mutu yang dilakukan
internal di Universitas Brawijaya
f. Manual Mutu (MM) adalah dokumen yang menjadi panduan implementasi manajemen mutu
g. Pelanggan adalah perorangan atau badan yang menggunakan layanan pendidikan.
Pelanggan pada Universitas adalah mahasiswa sebagai pelanggan utama, orang tua
mahasiswa, dan pengguna lulusan
h. Unit Jaminan Mutu (UJM) adalah lembaga fungsional yang dibentuk oleh Dekan dan diberi
tugas untuk pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat Jurusan
atau Program Studi
i. Dokumen adalah informasi dan media pendukungnya
j. Dokumen induk adalah dokumen normatif dan bagian dari dokumen SPMI. Dokumen induk
Jurusan/program studi adalah Visi, Misi, dan Tujuan, Rencana Strategis, Program Kerja
Ketua Jurusan, dan Pedoman Pendidikan
k. Dokumen mutu adalah dokumen yang melengkapi dokumen induk, digunakan sebagai alat
(sarana) untuk menjalankan SPMI yang meliputi Manual Mutu, Manual Prosedur, Dokumen
Pendukung dan Borang
2
4.
SISTEM MANAJEMEN MUTU
4.1
Sekilas Tentang Jurusan Administrasi Bisnis
Jurusan Administrasi Bisnis merupakan bagian dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas
Brawijaya (UB) yang terletak di jalan Veteran Malang. Jurusan/Program studi ini telah dirintis sejak 5
Januari 1963 (Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No.1
Tahun 1963, dan disahkan oleh Keputusan Presiden RI No. 196 Tahun 1963 tertanggal 23 September
1963, dengan Nomor SK Pendirian PS: No.1 Tahun 1963, dan disahkan oleh Keputusan Presiden
Republik Indonesia No. 196 Tahun 1963 tertanggal 23 September 1963, Tanggal SK: 5 Januari 1963
dengan Pejabat Penandatangan SK : Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan.
Jurusan Administrasi Bisnis sudah terakreditasi dengan peringkat A berdasarkan surat
keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No. 042/BAN-PT/AK/S1/I/2010
Tanggal 22 JANUARI 2010 Masa berlaku dari aktreditasi tersebut sejak tanggal 22 JANUARI 2010
Sampai dengan 22 JANUARI 2015.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, jurusan Administrasi Bisnis memiliki tujuan dan sasaran
menghasilkan lulusan yang dikelompokkan pada 4 jenjang kompetensi sebagai berikut :
Tabel 1. Jenjang Kompetensi jurusan Administrasi Bisnis
(1) Landasan kepribadian
(Attitude) dan Pemahaman
Kaidah Kehidupan
Bermasyarakat (Attitude)
(2) Penguasaan Ilmu &
Keterampilan (Knowledge &
Skills)
Lulusan (keluaran) Diharapkan Memiliki Kepribadian Insan
sarjana Yang Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Berakhlak Mulya, dan Beretika.
Mampu memahami organisasi dn sumberdaya bisnis yang
efektif dan efisien dengankarakteristik sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
Mampu merancang struktur dasar organisasi
Dapat mengukur efektivitas organisasi,
Dapat menjelaskan metode rancangan sistem informasi,
Dapat mengukur kinerja keuangan dan menetapkan
optimalisasi portfolio,
5. Dapat mengukur kekuatan potensial konsumen,
6. Dapat merancang promosi, dan menetapkan harga
kompetitif.
7. Mampu menerapkan metode dan alat-alat bantu
perancangan sistem informasi, mengimplementasikan
teknik-teknik pengukuran efektifitas organisasi, mengukur
kinerja keuangan bisnis, dan mengoptimumkan capaian
tingkat pengembalian dan resiko portfolio, kekuatan
potensial konsumen, merancang promosi, dan menetapkan
harga kompetitif.
3
(3) Kemampuan Berkarya
(Knowledge & Skills)
Mampu menggunakan sumberdaya bisnis secara efektif dan
efisien dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Sanggup mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam konteks adm. Bisnis kedalam perencanaan
dan pengembangan bisnis,
2. Dapat menggunakan model-model/metode penilian kinerja
organisasi bisnis.
3. Sanggup mengadaptasi perubahan lingkungan (ekonomi,
politik, sains dan teknologi) kedalam perancangan strategi
bisnis.
4. Dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan
diri di bidang bisnis
(4) Sikap & Perilaku Dalam
Berkarya (Attitude)
1. Bersemangat tinggi dan sanggup bekerja dalam team
work,
2. Sanggup melaksanakan fungsi-fungsi "koordinasi, dan
pengawasan"
3. Dapat memotivasi anggota tim ,
4. Sanggup melakukan penilaian hasil pekerjaan orang lain
yang ada dibawah kendalinya.
5. jujur, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin
Jurusan Administrasi Bisnis yang menerima mahasiswa baik dari program Regular yaitu
lulusan dari SMA/sederajat. Sampai dengan tahun akademik semester ganjil 2011/2012 Saat ini total
mahasiswa yang masih aktif teregristrasi pada Jurusan Administrasi Bisnis berjumlah 2726
mahasiswa.
4.2 Persyaratan Dokumentasi
Sistem dokumentasi dalam Penjaminan Mutu mengacu pada dokumen-dokumen yang telah
disusun pada implementasi Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA) UB tahun 2007-2010.
Dokumen Jurusan Administrasi Bisnismeliputi dokumen induk antara lain Visi dan Misi; Rencana
Strategis; Program Kerja Ketua Jurusan; dan Pedoman Pendidikan, serta Strategi Sosialisasi dan
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Akademik. Sementara Dokumen mutu Jurusan adalah Manual
Mutu, Manual Prosedur, Dokumen Pendukung, dan Borang. Jenis dokumen dan sistem kodifikasi
dokumen di Jurusan Administrasi Bisnis mengikuti sistem dokumen yang ada di Universitas
Dokumen Jurusan Administrasi Bisnis adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Sistem Dokumen Jurusan Administrasi Bisnis
No
1.
2.
3.
Jenis Dokumen
Dokumen Manual Mutu
Dokumen Manual
Prosedur (MP) SPMI
Proses Belajar
Mengajar
Dokumen
Manual Mutu
MP Pengendalian Dokumen dan
Rekaman
MP Audit Internal
Kode
00302.05000
MP 00302.06000
MP Penanganan Produk (Jasa)
Tidak Sesuai
MP Tindakan Korektif dan
Preventif
MP. Manual Mutu
MP. Staffing Dosen
MP. Pengembangan kurikulum
MP 00302.06002
4
MP 00302.06004
MP. 00302.06003
MP.00302.06003
MP. 00302.06008
MP. 00302.060021
Proses Belajar Mengajar
MP. Penanganan Mahasiswa
bermasalah
MP. Prosedur pembatalan jadwal
kuliah
MP. Prosedur peminjaman LCD
dan Wireless
MP. Semester pendek khusus
MP. Ujian susulan UTS dan UAS
MP. Penggantian Dosen
Pembimbing Akademik
3.
Pengembangan Staff
MP. Dosen Pembimbing Akademik
MP. Magang
MP. Pembimbing registrasi
akademik
MP. Skripsi
MP. Staffing Dosen
MP. Rekruitmen Dosen
MP. Penanganan Dosen
bermasalah
MP. Pengembangan staf
MP. Kenaikan pangkat
MP. 00302.06009
MP. 00302.060010
MP. 00302.060011
MP. 00302.0600
MP. 00302.060013
MP. 00302.060016
MP. 00302.060017
MP. 00302.060019
MP. 00302.060020
MP. 00302.060023
MP. 00302.06008
MP. 00302.060022
MP. 00302.060014
MP. 00302.060015
MP. 00302.060018
4.2.1 Organisasi
Struktur Organisasi dari Jurusan Administrasi Bisnis adalah sebagai berikut:
Gambar 1. Struktur Organisasi Jurusan Administrasi Bisnis
Ketua
Jurusan Administrasi Bisnis
Sekretaris
Jurusan Administrasi Bisnis
Staff Jurusan
Administrasi
Bisnis
Program Studi
Ketua/Sekretaris
1.Administrasi Bisnis
2.Perpajakan
3.Bisnis Internasional
4.Pariwisata dan Hospitality
Laboratorium
Ketua/Sekretaris
1.Akuntansi dan Keuangan
2.Bisnis dan Kewirausahaan
3.Manajemen Sistem Informasi
4.Organisasi dan Kepemimpinan
5
Dosen
Mahasiswa
Jurusan Administrasi
HIMABIS
Dengan mengacu pada Peraturan Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
Nomor 97 Tahun 2009 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Fakultas Ilmu Administrasi Universitas
Brawijaya, maka fungsi Jurusan adalah sebagai berikut:
1. Ketua Jurusan:
a. Mengevaluasi kinerja dan mengusulkan kenaikan pangkat/jabatan dosen;
b. Merumuskan dan mengevaluasi kualifikasi dan kompetensi jurusan;
c.
Merumuskan baku mutu pendidikan program sarjana dan evaluasi dan pengembangan
kurikulum;
d. Merencanakan
penyelenggaraan,
serta
pemantauan
dan
evaluasi
proses
pendidikan,penelitian dan pengabdian masyarakat;
e. Mengembangkan program studi;
f.
Mengembangkan kerjasama dan jaringan;
g. Menyampaikan laporan kegiatan tahunan jurusan kepada Dekan.
2. Sekretaris Jurusan:
a. Membantu tugas pokok dan fungsi ketua jurusan;
b. Mewakili ketua jurusan jika yang bersangkutan berhalangan hadir;
c.
Mengkoordinir perencanaan kebutuhan, penyeleksian, pembinaan dan pengembangan
dosen;
d. Mengkoordinir penyusunan laporan kegiatan tahunan jurusan;
e. Merencanakan kebutuhan koleksi referensi/pustaka;
f.
Merencanakan daya tampung dan kualifikasi calon mahasiswa;
g. Merencanakan kebutuhan fasilitas pendukung proses pembelajaran;
h. Merencanakan kebutuhan anggaran pelaksanaan akademis.
3. Ketua Program Studi:
a. Merencanakan program kegiatan akademis;
b. Sebagai pelaksana akademis;
c.
Mengawasi proses pelaksanaan akademis;
d. Mengevaluasi pelaksanaan akademis;
e. Membuat laporan hasil evaluasi kepada Ketua Jurusan.
4. Sekretaris Program Studi:
a. Membantu tuga pokok Ketua Program Studi;
b. Mewakili ketua program studi jika yang bersangkutan berhalangan hadir;
c.
Mengkoordinir laporan kegiatan tahunan jurusan.
5. Ketua dan Sekretaris Laboratoriun:
a. secara
umum,
melaksanakan
kegiatan
Tridharma
(pendidikan,
penelitian,dan
pengabdian kepada masyarakat) terutama dalam penyiapan dan penyediaan layanan
sumberdaya, baik manusia, fasilitas, maupun informasi;
b. Merencanakan,
melaksanakan,
mengembangkan,
6
dan
mengevaluasi
kegiatan
laboratorium, baik yang terkait dengan praktek laboratorium maupun kerjasama dengan
pihak luar;
c.
Merencanakan/mengembangkan
pengadaan
peralatan
dan
perlengkapan
guna
menunjang kegiatan praktikum;
d. Mengelola/memelihara perlengkapan, dan peralatan yang digunakan sebagai sarana
penunjang pembelajaran;
e. Bertanggung jawab atas pengelolaan kegiatan dan
keuangan laboratorium secara
transparan pada forum rapat dosen;
f.
Merencanakan kegiatan unggulan yang dapat meningkatkan income generating.
6. Staf Jurusan:
a. Melaksanakan tugas-tugas rutin jurusan berupa surat-menyurat, rapat jurusan,
pelayanan kepada mahasiswa, seminar, dan tata usaha jurusan;
b. Melaporkan hasil kerjanya kepada ketua jurusan melalui sekretaris jurusan.
Gambar 2. Struktur dan organisasi pengelolaan UJM Administrasi Bisnis
KETUA UJM
Dr. Hamidah Nayati Utami, M.Si.
PENGARAH
1. Dr. Srikandi Kumadji, MS
2. Devi Farah Azizah, S.Sos.,MAB
SEKRETARIS
Yusri Abdillah, M.Si.,Ph.D
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
ANGGOTA:
Dr. Ari Darmawan, SAB,MAB
Anni Rahimah, SAB,MAB
Supriono, S.Sos., MAB
Brillyane Sanawiri, SAB, MBA
Mirza Maulinarhadi R.,SE, MSA,Ak.
Rosalita Rachma Agusti,SE, MSA,Ak.
Himpunan Mahasiswa Bisnis (HIMABIS)
Uraian Tugas UJM Administrasi Bisnis
1. Pengarah
a.
Memberikan pengarahan dalam menyusun kebijakan dan sasaran mutu jurusan dan
program studi
b.
Memberikan pertimbangan atas permintaan atas Ketua UJM terhadap proses penyusunan
7
dan implementasi mutu akademik jurusan dan program studi
8
2. Ketua UJM
a.
Merumuskan perencanaan dan kebijakan tentang SPMA
b.
Merumuskan staffing (pembagian tugas dari setiap anggota UJM)
c.
Mengkoordinasi pembagian tugas-tugas kepada setiap anggota UJM
d.
Mengendalikan dan menjaga efektifitas organisasi UJM
e.
Bertanggung jawab validitas terhadap dokumen UJM
f.
Melakukan review kinerja jurusan dan program studi dalam penjaminan mutu
g.
Melaporkan hasil kinerja kepada ketua jurusan dan program studi secara rutin
3. Sekretaris UJM
a.
Menyusun rencana anggaran pelaksanaan penjaminan mutu
b.
Mengkoordinir pelaksanaan penjaminan mutu unit – unit
c.
Menyusun rencana anggaran pelaksanaan penjaminan mutu
4. Anggota UJM Dari Dosen
a.
Merancang dan membuat dokumen Manual Prosedur (MP) dan Instruksi Kerja (IK) sesuai
dengan kebutuhan jurusan
b.
Membuat kompetensi lulusan
c.
Melakukan pengawasan terhadap efektifitas implementasi SPMA
d.
Melaporkan hasil kerja kepada Ketua UJM secara rutin
5. Anggota Mahasiswa
a.
Memberikan masukan tentang keadaan nyata layanan administrasi akademik kepada UJM
b.
Mengawasi implementasi SPMA di tingkat jurusan
c.
Memberikan umpan balik untuk perbaikan dokumen SPMA dan implementasinya
d.
Melaporkan hasil kerja kepada Ketua UJM secara rutin
9
Adapun Proses Bisnis Jurusan Administrasi Bisnis dapat dilihat pada Gambar 3.
Renstra Administrasi Bisnis 2011-2012, OTK Administrasi Bisnis dan Proker
Ketua Jurusan Administrasi Bisnis
2011 – 2012.BAN PT, ISO, WCU
Pengembangan dan
implementasi SPMI
Pelayanan Pendukung: Sekretariat;
peningkatan kompetensi dan
kualifikasi SDM
Persyaratan
Pelanggan
Audit Mutu
Pendidikan
Akreditasi Nasional
Penelitian
Penanganan Keluhan
Pelanggan
Akreditasi
Internasional
Pengabdian pada
Masyarakat
Pelayanan Umum; Pengembangan
Reward dan Early Warning System
Pelayanan Umum: Profil UJM
Administrasi Bisnis dan Layanan
Masyarakat
Pengadaan
SDM, Pustaka, dan
Keuangan
Komputer, Scanner,
Printer, Listrik, IT, dll
Ruangan
Gambar 3. Proses Bisnis Jurusan Administrasi Bisnis
Proses Bisnis di jurusan Administrasi Bisnis meliputi 6 tahapan:
1. Proses pelayanan umum dengan menyediakan SDM sesuai dengan kualifikasi, melalui uji
kompetensi,
2. Pendidikan
3. penelitian
4. pengabdian kepada masyarakat.
10
Customer
Satisfaction &
Customer Care
5. Melaksanakan pengembangan penjaminan mutu melalui Akreditasi Nasional dan Akreditasi
Internasional;
6. Evaluasi
Adapun hubungan antara Proses dan Keluaran dan penetapan Pelanggan di Jurusan Administrasi
Bisnis Universitas Brawijaya dapat disajikan sebagai berikut:
Tabel 3. Hubungan Proses, Produk, dan Pelanggan.
Proses
Output (Produk)
Customer
Proses pelayanan
pendukung
Informasi dan pelayanan yang berhubungan
dengan akademik.
Mahasiswa, Dosen,
Pengguna Lulusan
Pengembangan dan
pelaksanaan pendidikan
tinggi
Mahasiswa, pengguna
lulusan, orang tua
mahasiswa, atasan
langsung pimpinan unit
kerja
(skripsi, thesis, disertasi)
Mahasiswa, Instansi
pemerintah, swasta,
peneliti lain, atasan
langsung pimpinan unit
kerja
Proses Penelitian
(Laporan hasil penelitian)
ilmiah, jurnal, buku, paten)
Proses pengabdian
kepada masyarakat
Mahasiswa, Instansi
pemerintah, swasta,
peneliti lain, lembaga
yang mengirim peserta
pelatihan, atasan
langsung pimpinan unit
kerja
1. Jasa
2. Kemitraan
Akreditasi Nasional dan
Internasional
Masyarakat, industri, PT
lain,
Nilai Akreditasi Jurusan
Atasan langsung
pimpinan unit kerja
Evaluasi
pencapaian Renstra
/ EKD)
Pegawai Negeri Sipil oleh atasan
N dan BPPK
11
Pelanggan dalam proses bisnis Program Studi adalah seluruh pihak yang dapat dikategorikan
sebagai stakeholders. Pelanggan utama adalah Mahasiswa. Dengan demikian untuk memenuhi
persyaratan kualitas output dari proses bisnis perlu diadakan seleksi masukan material dalam hal ini
Mahasiswa. Kriteria pelanggan untuk mahasiswa dibagai menjadi dua yaitu untuk mahasiswa.
Pelanggan mahasiswa adalah mahasiswa yang telah lolos seleksi masuk perguruan tinggi dan tercatat
sebagai mahasiswa aktif dengan melakukan registrasi administratif dan akademik pada tahun
akademik
berlangsung.
Persyaratan
Seleksi
Masuk
(SELMA)
UB
tercantum
dalam
web
http://selma.ub.ac.id/ dimana ada dua katagori utama yaitu Jalur Nasional dan Jalur Mandiri. Jalur
Nasonal dibagi empat yaitu: (1) SNMPTN Jalur Undangan, (2) PSB Non Akademik, (3) SNMPTN Jalur
Ujian Tulis dan (4) Beasiswa Bidik Misi. Untuk Jalur Mandiri dibagi empat sistem yaitu: (1) SPKIns, (2)
SPKD, (3) SPMK, (4) Seleksi Alih Program. Kewajiban dan aturan sebagai mahasiswa aktif secara
detail tercantum dalam Buku Pedoman Pendidikan Akademik dan Non–Akademik, serta Manual
Prosedur yang terkait.
Pelayanan pendukung adalah seluruh staff administrasi dan kependidikan yang bertugas untuk
penyediaan informasi akademik dan umum. Pengguna lulusan sebagai pelanggan eksternal memiliki
peran penting dalam peningkatan kualitas proses bisnis sehingga output (lulusan) memiliki
kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan. Kemudian untuk mencapai tujuan
proses bisnis tersebut diperlukan keberadaan sarana dan prasarana fisik yang sesuai dengan
teknologi kekinian dan juga diperlukan sebuah sistem penjaminan mutu.
4.3. VISI, MISI, Motto, TUJUAN dan SASARAN JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS
Menjadi Juurusan Administrasi Bisnis (Niaga) unggul yang berstandar internasional dan mampu
berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat.
MISI JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS
1. Membangkitkan kekuatan moral dan kesadaran tentang keberadaan penciptaan alam oleh Tuhan
YME dan mengembangkan sikap menghargai pada sesama ciptaanNya
2. Meningkatkan potensi peserta didik agar mampu mengembangkan dan menerapkan llmu
Administrasi Bisnis sehingga menjadi enterpreneur, administrator dan administrasionis yang
kreatif, inovatif, dan profesional serta selalu mengadopsi perkembangan teknologi dan
menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
12
Motto
Motto dari Jurusan Administrasi Bisnis mengikuti motto Fakultas Ilmu Administrasi, yaitu
“Melayani Dengan Kecerdasan dan Kelembutan Hati.”
Motto dipasang di setiap pintu masuk ruang dosen dan pintu masuk dekanat.
Maklumat pelayanan:
1. Kami selalu tanggap, terbuka dan cepat memberi pelayanan.
2. Inovatif – kreatif dan arif dalam menyelesaikan masalah.
3. Ramah, Sopan dan Santun dalam memberi pelayanan.
Maklumat ditulis dalam baner bersama motto dan dipasang di setiap pintu masuk ruang
dosen dan pintu masuk dekanat.
Tujuan Dan Sasaran
Tujuan dan sasaran Mutu Jurusan (Program Studi) administrasi bisnis adalah sebagai berikut:
a. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan wawasan akademik yang mendukung
kemampuan dalam merumuskan perencanaan dan kebijakan serta mengevaluasi
keberhasilan operasi bisnis
b. Menghasilkan lulusan yang mampu berkomunikasi dengan pihak luar yang terlibat dalam
bidang ilmu pengetahuan, penelitian maupun aplikasi kegiatan-kegiatan ilmiah dibidang
bisnis
c.
Menghasilkan lulusan yang memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan yang cukup
sebagai bekal menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
4.4. Proses Utama Sistem Manajemen Mutu di Jurusan Administrasi Bisnis
Sesuai dengan tujuan Manual Mutu dari Jurusan Administrasi Bisnis, maka proses utama Sistem
Manajemen Mutu mengikuti satu siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Brawijaya,
seperti pada gambar dibawah ini. Adapun implementasinya langsung diterapkan dalam Manual
Prosedur.
13
Siklus SPMI Jurusan
Administrasi Bisnis
Gambar 3. Siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal Jurusan Administrasi Bisnis
4.5. Pengendalian Dokumen
Sistem dokumen dan sistem audit di jurusan Administrasi Bisnis mengikuti sistem dokumen
yang ada di Universitas, baik jenis dokumen maupun sistem koding. Pengendalian Dokumen terlampir
dalam MP Pengendalian Dokumen dan Rekaman (MP-UJM-AB-FIA-UB-09-01).
4.6. Pengendalian rekaman
Pengendalian Dokumen dan rekaman terlampir dalam MP Pengendalian Dokumen dan
Rekaman (MP-UJM-AB-FIA-UB-09-01).
Tabel 4. Daftar Acuan silang Manual Mutu SMM ISO 9001 : 2008
ISO 9001 : 2008
1. Lingkup
Manual Mutu Jurusan Administrasi Bisnis
Halaman
1. Pendahuluan
1
1.1 Ruang Lingkup
1
1.2 Tujuan Manual Mutu
1
2. Acuan Normatif
2. LANDASAN KEBIJAKAN MANAJEMEN MUTU
1
3. Acuan Normatif
3. ISTILAH DAN DEFINISI
2
14
4. Sistem Manajemen Mutu
4. Sistem Manajemen Mutu
4
4.1.Persyaratan Umum
4.1. Sekilas Tentang Jurusan Administrasi Bisnis
4
4.2.Persyaratan Dokumentasi
4.2.1.Organisasi
5
4.3. Manual Mutu
4.3. Visi, Misi, Motto, Sasaran dan Tujuan
11
4.4. Proses Utama
4.4. Proses Utama Sistem Manajemen Mutu
12
4.5. Pengendalian dokumen
4.5. Pengendalian Dokumen
13
4.6. Pengendalian Rekaman
4.6. Pengendalian Rekaman
13
5. Tanggung Jawab
5. Tanggung Jawab
15
Manajemen
Manajemen
5.1 Komitmen Manajemen
5.1 Komitmen Manajemen
15
5.2 Fokus pada Pelanggan
5.2 Fokus pada Pelanggan
16
5.3 Kebijakan Mutu
5.3 Kebijakan Mutu
18
5.4 Perencanaan
5.4.1 Sasaran Mutu
19
5.4.2 Perencanaan Sistem Manajemen Mutu
26
5.5 Tanggungjawab, wewenang
5.5 Tanggungjawab, Wewenang dan Komunikasi
26
dan komunikasi
5.5.1 Tanggung Jawab dan Wewenang
26
5.5.2 Wakil Manajemen
26
5.5.3 Komunikasi Internal
26
5.6 Tinjauan Manajemen
27
5.6.1 Umum
27
5.6.2 Masukan Untuk Tinjauan Manajemen
27
5.6.3 Keluaran dan Tinjauan Manajemen
27
6. Pengelolaan Sumber daya
6. Pengelolaan Sumber Daya
28
6.1 Penyediaan Sumber daya
6.1 Penyediaan Sumber Daya
28
6.2 Sumber daya manusia
6.2 Sumber Daya Manusia
28
6.2.1 Umum
28
6.2.2 Kompetensi, Pelatihan dan kepedulian
29
6.3 Prasarana
6.3 Sarana Prasarana dan Lingkungan Kerja
29
6.4 Lingkungan Kerja
6.4 Lingkungan Kerja
30
5.6 Tinjauan Manajemen
15
7. Realisasi Produk
7. Realisasi Layanan Pendidikan
30
7.1 Perencanan Realisasi Produk
7.1 Perencanaan Realisasi Produk
30
7.2 Proses yang berkaitan
7.2 Proses Terkait dengan Pelanggan
30
dengan pelanggan
7.2.1 Penetapan Persyaratan yang berkaitan dengan
Produk
32
7.2.2 Tinjauan Persyaratan yang berkaitan dengan
Produk
7.3 Desain dan pengembangan
32
7.2.3 Komunikasi Pelanggan
32
7.3.1 Perencanaan Desain dan Pengembangan
33
7.3.2 Masukan Desain dan Pengembangan
34
7.3.3 Keluaran Desain dan Pengembangan
35
7.3.4 Tinjauan Desain dan Pengembangan
35
7.3.5 Verifikasi Desain dan Pengembangan
35
7.3.6 Validasi Desain dan Pengembangan
35
7.3.7
Pengendalian
Perubahan
Desain
dan
Pengembangan
7.4 Pembelian
35
7.4.1 Proses Pembelian
35
7.4.2 Informasi Pembelian
36
7.4.3 Verifikasi Produk yang Dibeli
7.5 Produksi dan penyediaan
7.5.1 Pengendalian Produksi dan Penyediaan Jasa
36
jasa
7.5.2 Validasi Proses Produksi dan Penyediaan Jasa
36
7.5.3 Identifikasi dan Mampu Telusur
36
7.5.4 Milik Pelanggan
36
7.5.5 Preservasi Produk
36
7.6 Pengendalian peralatan
pemantauan dan pengukuran
8. Pengukuran, analisis dan
7.6
Pengendalian
Peralatan
Pemantauan
dan
Pengukuran
8. Pengukuran, Analisis dan Peningkatan Mutu
perbaikan
37
37
8.1 Umum
8.1 Umum
37
8.2.Pemantauan dan
8.2 Pemantauan dan Pengukuran
37
8.2.1 Kepuasan Pelanggan
37
8.2.2 Audit Internal
37
8.2.3 Pemantauan dan Pengukuran Proses
38
8.2.4 Pemantauan dan Pengukuran Produk
38
Pengukuran
16
8.3 Pengendalian Produk Tidak
8.3 Pengendalian Produk Tidak Sesuai
Sesuai
38
8.4 Analisis Data
8.4 Analisis Data
39
8.5 Perbaikan
8.5 Perbaikan
39
8.5.1 Perbaikan Berkesinambungan
39
8.5.2 Tindakan Korektif
39
8.5.3 Tindakan Pencegahan
39
5.
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN
5.1
Komitmen Manajemen
Untuk menjalankan strategi, sistem dan prosedur suatu organisasi sehingga organisasi menjadi
berkualitas, peran pemimpin sangat penting. Berkaitan dengan kualitas ini, pemimpin dalam hal ini
mempunyai berbagai peran, yang meliputi :
a. Kualitas adalah masalah budaya dimana pemimpinlah yang paling bertanggung jawab atas
pengembangan budaya kualitas.
b. Pemimpin sebagai pembangun budaya hendaknya memperhatikan:
- Kualitas interaksi
- Strategi komunikasi
- Purposing
- Pay attention to little thing
c.
Budaya kualitas harus dibiasakan dan diharmonisasikan dan dikembangkan berdasar budaya
yang telah ada, berdasar praktek-praktek yang baik yang telah ada dalam suatu organisasi.
d. Kualitas itu telah ada pada setiap institusi pendidikan, TQM mengembangkannya menjadi
perbaikan kualitas secara terus menerus (continuous improvement)
e. TQM menuntut ketekunan dan kesabaran, bukan sesuatu yang dapat diperkenalkan dalam
semalam.
5.2 Fokus pada Pelanggan
Pelanggan adalah semua pihak yang mendapatkan manfaat dari layanan yang diberikan oleh
Jurusan baik berupa jasa, barang, maupun tindakan administrasi, baik secara langsung maupun tidak
langsung, baik internal (mahasiswa, dosen, dan pegawai) maupun eksternal (rekanan, lembaga lain,
maupun masyarakat luas). Selain untuk mencapai visi dan misi, Jurusan Administrasi Bisnis
memberikan pelayanan pendidikan yang memuaskan kepada pelanggan utama mahasiswa agar
mampu belajar dengan maksimal. Selain itu pelanggan yang perlu dilayani antara lain adalah Alumni,
Pengguna Alumni dan mahasiswa magang (APINDO, APITA, Lembaga Pemerintah, dsb.), orang tua
mahasiswa (Wali), dan Masyarakat, serta Dekan sebagai pimpinan fakultas.
a. Kepuasan terhadap alumni dilakukan dengan cara:
1. Menyediakan informasi lowongan pekerjaan pada alumni
17
2. Menyediakan informasi lembaga bisnis yang mungkin bisa dimasuki oleh alumni
3. Mempromosikan alumni kepada para pengguna alumni
b. Kepuasan mahasiswa dilakukan dengan:
1. Setiap mahasiswa mendapatkan dosen pendamping Akademik (PA).
2. Dalam proses belajar mengajar disiapkan sarana parasana sesuai dengan standar Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
3. Setiap akhir semester diedarkan instrumen evaluasi dosen mengajar. Selain itu akan mematuhi
Manual Prosedur (MP) Kepuasan Pelanggan yang telah ada di Universitas ( MP Penyampaian
Keluhan Pelanggan dan MP Penanganan Keluhan pelanggan).
c. Kepuasan orang tua mahasiswa (wali)
1. Memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas
2. Memberikan laporan perkembangan akademik mahasiswa kepada orang tua wali
3. Memberikan informasi yang lengkap dan mudah diakses oleh orang tua wali tentang jurusan
berkaitan dengan proses penyelenggaraan pendidikan.
d. Kepuasan pelayanan kepada pengguna alumni dan mahasiswa magang dilakukan dengan:
1. Menyiapkan tracer study dan himpunan alumni.
2. Melakukan evaluasi kinerja alumni dengan mengedarkan instrumen evaluasi kepada pengguna
alumni dan mahasiswa magang Administrasi Bisnis untuk mendapatkan input.
3. Menggunakan input dari pengguna alumni dan mahasiswa magang sebagai masukan bagi
penyusunan renstra dan program kerja.
e. Kepuasan pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan:
1. Menerima permintaan dari masyarakat kepada Jurusan Administrasi Bisnis untuk melakukan
pendampingan dan pengabdian masyarakat.
2. Menyesuaikan kegiatan riset dan pengabdian masyarakat dengan kebutuhan riil masyarakat.
3. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan riset dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh
dosen dan mahasiswa.
f. Kepuasan Layanan Kepada Dekan
1. Menjalankan kebijakan Dekan dalam bidang pengembangan akademik
2. Menselearaskan visi, misi jurusan dengan visi, misi fakultas
3. Mengoptimalkan pencapaian sasaran tugas dan program kerja tahunan yang telah disetujui
pimpinan fakultas.
Untuk mendapatkan mahasiswa yang berkualitas, Jurusan Adminitrasi Bisnis menerapkan
seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui beberapa jalur, antara lain adalah:
1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Penjaringan ini dilakukan tanpa ujian tulis (test), dimaksudkan untuk menjaring calon mahasiswa
yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.
18
2.
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Seleksi ini dilakukan melalui ujian tulis dan dilaksanakan secara nasional, bersama-sama
Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Indonesia.
3.
Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK)
Seleksi ini dilakukan melalui ujian tulis secara mandiri oleh Universitas Brawijaya bagi mahasiswa
yang berminat dan mempunyai kemampuan.
4.
Seleksi Program Kemitraan Daerah (SPKD)
Seleksi ini dilakukan melalui ujian tulis berdasarkan kemitraan dengan Pemerintah Daerah.
5.
Seleksi Alih Program (SAP)
Seleksi ini dilakukan melalui ujian penjajagan yang berupa ujian tulis bagi lulusan program
diploma tiga yang relevan dengan Ilmu Administrasi dari Perguruan Tinggi yang terakreditasi.
Adapun Materi yang diujikan meliputi:
1.
Bahasa Inggris
2.
Metode Penelitian dan Statistik
3.
Organisasi dan Manajemen (Pengetahuan Administrasi).
Prosedur dan standar pelayanan untuk mahasiswa terdapat dalam Manual Prosedur.
5.3 Kebijakan Mutu
Kebijakan mutu yang dijalankan oleh Jurusan Administrasi Bisnis adalah:
a. Mengikuti dan mematuhi semua undang – undang yang berlaku:
 Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
 Undang-undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan
Tinggi
 Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional, 2008.
 Akreditasi Program Studi Sarjana, Magister dan Doktor oleh Badan Akreditasi Nasional, 2009.
 Persyaratan SMM ISO 9001:2008.
 Persyaratan SMM untuk layanan pendidikan IWA2:2007.
 Standar mutu world class university (WCU QS Asia) 2009.
 Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Universitas Brawijaya.
 Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Fakultas Administrasi.
 SK Rektor No. 022/SK/2003 tertanggal 04 Maret 2003 tentang Tim Benefit dan Monitoring
Evaluation (BME).
 SK Rektor No. 017A/SK/2005 tertanggal 12 Pebruari 2005 tentang pembentukan Pusat
Jaminan Mutu (PJM UB).
 SK Rektor No. 023A/SK/2006 tertanggal 13 Pebruari 2006 tentang perpanjangan tugas PJM
19
 SK 010A/SK/2007 tertanggal 19 Januari 2007 tentang penetapan tim PJM
 SK Rektor 277/SK/2010 tanggal 1 Maret 2010 tentang tugas utama PJM
b. Menjalankan konsep peningkatan secara berkelanjutan dan melakukan yang terbaik dalam
mengatur sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai sasaran mutu;
c. Menginformasikan sasaran mutu dan kinerja UJM Administrasi Bisnis kepada seluruh elemen
organisasi dan pihak terkait;
d. Mengadopsi pandangan ke depan terhadap kebijakan yang berdampak pada perbaikan mutu;
e. Mendidik seluruh elemen organisasi untuk memenuhi dan bertanggung jawab terhadap
manajemen mutu;
Tindakan strategik UJM Administrasi Bisnis untuk mendukung kebijakan mutu:
a. Konsisten terhadap visi organisasi;
b. Membuat sasaran mutu dipahami oleh setiap elemen organisasi;
c. Ketua UJM harus memiliki komitmen terhadap mutu dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan
mutu;
d. Melakukan sosialisasi komitmen mutu kepada seluruh elemen organisasi dengan kepemimpinan
yang jelas oleh Ketua UJM Administrasi Bisnis;
Evaluasi capaian kebijakan mutu dilakukan oleh MR melalui rapat evaluasi setiap akhir semester
dengan seluruh jajaran penyedia layanan (dosen, dan tenaga kependidikan) berdasarkan hasil data
kueisioner yang dibagikan setiap akhir semester.
5.4
Perencanaan
5.4.1 Sasaran Mutu
Sasaran umum mutu UJM Administrasi Bisnis adalah:
1. Menghasilkan produk dan layanan dengan mutu yang baik untuk mewujudkan sasaran di
atas UJM Administrasi Bisnis.
2. Mengembangkan SPMI yang terintegrasi di bidang akademik dengan dukungan dari seluruh
personil organisasi.
3. Bersikap tanggap terhadap perubahan dalam sistem penyelenggaraan kegiatan akademik
pendidikan tinggi dengan tetap mempertahankan konsistensi mutu produk dan layanan
melalui SMM.
4. Manajemen, semua anggota UJM Administrasi Bisnis sepakat untuk memenuhi standar mutu
sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, sebagai kontribusi untuk mendukung
hubungan kerja yang sehat dengan Jurusan.
5. Meningkatkan sumber daya manusia melalui program pelatihan bagi semua anggota,
sehingga setiap pihak dapat melakukan tugas dengan pengetahuan dan ketrampilan yang
memadai.
6. Mengkaji efektivitas dan efisiensi kinerja organisasi sehingga UJM Administrasi Bisnis dapat
mendukung peningkatan pencapaian sasaran mutu Jurusan Administrasi Bisnis.
20
Selanjutnya Sistem Penjaminan Mutu yang dilaksanakan oleh Jurusan Administrasi Bisnis
menyesuaikan dengan kebijakan Universitas Brawijaya yang telah mengadopsi Sistem Manajemen
Mutu (SMM) ISO 9001:2008. Dengan kebijakan ini, maka sasaran mutu yang ditetapkan adalah
mengacu pada standar ISO 9001:2008.
Sasaran Mutu Jurusan Administrasi Bisnis dituangkan di dalam Renstra Jurusan 2009-2012 yang
di dalamnya terdapat indikator kinerja sebagai sasaran mutu beserta stategi pencapaian. Berdasarkan
Renstra Administrasi Bisnis (2009-2012), maka kegiatan yang disusun untuk masing-masing program
adalah sebagai berikut:
1. Fungsionalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di seluruh unit kerja
a.
Penerapan SPMI di unit kerja pelaksana akademik (2009-2012)
b.
Penerapan SPMI di unit kerja penunjang pelaksana akademik (2009-2011)
c.
Penerapan sistem audit internal mutu (AIM) pada setiap unit kerja berbasis web secara
bertahap (2011-2012)
d.
Penanganan keluhan pelanggan ( 2011-2012)
e.
Integrasi sistem AIM dalam kegiatan SPI (2011)
2. Monitoring dan evaluasi secara berkala oleh Management Representative (MR)
a.
Monitoring implementasi Manual Prosedur dan Intruksi Kerja Unit Penjaminan Mutu.
b.
Evaluasi hasil atas pelaksanaan SPMI.
3. Pengembangan sistem untuk memenuhi tuntutan akreditasi di program studi
a.
Peningkatan kualifikasi akreditasi ke jenjang internasional (2009-2012)
Sasaran Mutu Jurusan Administrasi Bisnis ditetapkan sebagai berikut :
1. IPK minimal lulusan adalah rata – rata 3,26;
2. Lama studi mahasiswa maksimal 4 tahun;
3. Masa tunggu kerja kerja lulusan 3 bulan;
4. Mempertahankan akreditasi A;
5. Meningkatkan kualitas dan Kinerja Dosen;
6. Menjalin kerjasama dengan lembaga bisnis dan lembaga pendidikan baik dalam maupun luar
negeri;
7. Akreditasi Internasional.
Tujuan dan sasaran mutu tersebut diwujudkan melalui 4 pilar utama program kerja dan
sasaran mutu Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, yaitu:
1.
Pengembangan Kapasitas Mengajar Dosen
a. Mengirimkan dosen untuk melaniutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
b. Mengirimkan dosen untuk mengikuti seminar nasional dan internasional
c.
Menyelenggarakan workshop berbasis kompetensi
d. Menyelenggarakan lokakarya penulisan bahan ajar jarak jauh
e. Menyelenggarakan pelatihan multimedia pembelajaran
f.
Menyelenggarakan lokakarya model pembelajaran berpusat pada mahasiswa
21
g. Pengembangan budaya belajar khususnya reading habit
2.
Peningkatan kapasitas Meneliti dan menulis karya ilmiah dosen
a. Workshop penelitian
b. Hibah Penelitian
c.
Workshop Penulisan Ilmiah
d. Workshop pengelolaan jurnal ilmiah
e. Pengiriman dosen untuk workshop jurnal dan penulisan ilmiah
3.
Internasionalisasi jurusan
a. Penyusunan kurikulum standar internasional
b. Penyusunan proposal program internasional
c. Studi banding
d. Seminar internasional
e. Penyiapan dokumen pengajuan keanggotaan lembaga akreditasi internasional
f. Inisiasi program kemitraan internasional: sandwich, double degree, homestay, dll.
4.
Pembangunan citra jurusan
a. Seminar nasional
b. Sosialisasi ke stakeholder
c. Pembukaan program studi baru
d. Melakukan tracer study dan monitoring posisi alumni di pasar kerja
e. Menyelenggarakan panel experts dengan mengundang pakar akademisi dan praktisi.
Capaian yang telah dilakukan adalah:
Program-Kegiatan
Tahun Pelaksanaan
2009
2010
2011
2012
Mengirimkan
-
-
Mengirimk
Pengembangan Kapasitas Mengajar Dosen
a. Mengirimkan dosen untuk melaniutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih
Dose
untuk
an
Dose
tinggi
tugas belajar
untuk
sebanyak 10
tugas
Dosen
belajar
jenjang s3 di
sebanyak
dalam
11 Dosen
maupun luar
jenjang s3
negeri
di
(terlampir)
maupun
dalam
luar
negeri
22
(terlampir
)
b. Mengirimkan dosen untuk mengikuti
Terlaksana
seminar nasional dan internasional
Terlaksan
Terlaksan
a dengan
a
mengirim
mengirim
kan
kan
delegasik
Dosen
e Amerika
acara
dan
Seminar
Singapura
Internasio
25
nal
di
IAPA
FIA-UB
c.
Menyelenggarakan workshop berbasis
Terlaksan
kompetensi
a
d. Menyelenggarakan lokakarya
Terlaksan
penulisan bahan ajar jarak jauh
a dengan
mengirim
kan
13
Dosen
untuk ikut
pelatihan
Pembuata
n
modul
bahan
ajar jarak
jauh
di
Univ.
Brawijaya.
e. Menyelenggarakan lokakarya model
pembelajaran berpusat pada
mahasiswa
f.
Pengembangan budaya belajar
khususnya reading habit
Peningkatan kapasitas Meneliti dan menulis
karya ilmiah dosen
23
a. Workshop penelitian
b. Hibah Penelitian
Terlaksan
a.
2
Proposal
disetujui
dalam
Hibah
Bersaing.
c.
Workshop Penulisan Ilmiah
d. Workshop pengelolaan jurnal ilmiah
Terlaksan
a. 1
pengurus
jurnal
mengikuti
pelatihan
pengelola
an jurnal
di UB
Hotel
Terlaksan
e. Pengiriman dosen untuk workshop
jurnal dan penulisan ilmiah
a
Internasionalisasi jurusan
a. Penyusunan kurikulum standar
Terealisas
internasional
i
dengan
adanya
Workshop
KKNI
b. Penyusunan proposal program
Mulai
internasional
tahun
ini
dan
seterusny
a
telah
terbentuk
kelas
internasio
nal (kelas
khusus)
c. Studi banding
Melaksan
24
akan studi
Banding
ke
beberapa
universita
s
di
Malaysia
dan
Singapura
d. Seminar internasional
e. Penyiapan dokumen pengajuan
Telah
keanggotaan lembaga akreditasi
dilaksanak
internasional
an
pengajua
n
dan
sekaligus
menjadi
anggota
School of
Bisnis
ASEAN
f. Inisiasi program kemitraan
Setiap tahun
internasional: sandwich, double
mengirimkan
degree, homestay, dll.
program
sandwich
dan
double
degree,
dan
dosen kuliah
ke beberapa
kampus
di
Thailand.
Pembangunan citra jurusan
a. Seminar nasional
Terlaksan
a
b. Sosialisasi ke stakeholder
Setiap tahun
melakukan
sosialisasi
kepada
25
masyarakat
melalui
online
dan
manual.
c. Pembukaan program studi baru
Dibuka
Dibuka
Prodi
Prodi
Bisnis
Hospitalit
Internasio
y
nal
Pariwisata
dan
dan
Perpajaka
n
d. Melakukan tracer study dan
Setiap bulan
Setiap
Setiap
Setiap
monitoring posisi alumni di pasar
Oktober
bulan
bulan
bulan
kerja
mengadakan
Oktober
Oktober
Oktober
temu alumni
mengadak
mengadak
mengadak
di
an
an
an
kampus
FIA-UB
temu
temu
temu
alumni di
alumni di
alumni di
kampus
kampus
kampus
FIA-UB
FIA-UB
FIA-UB
e. Menyelenggarakan panel experts
Terlaksan
dengan mengundang pakar
a
bulan
akademisi dan praktisi.
Oktober
dengan
mengund
ang
5
orang
expert
pada
acara
seminar
nasional
f. Pembangunan citra jurusan
Menyelengga
Menyelen
Menyelen
Menyelen
rakan
ggarakan
ggarakan
ggarakan
seminar
seminar
seminar
seminar
setiap tahun
setiap
setiap
setiap
tahun
tahun
tahun
Ketentuan untuk mahasiswa jurusan admnistrasi bisnis.
26
1. Seorang mahasiswa dapat dinyatakan lulus ujian tugas akhir program sarjana bila telah
memenuhi persyaratan seperti tersebut pada syarat-syarat membuat tugas akhir Program
Sarjana dan tidak melampaui maksimum masa studi 7 (tujuh) tahun.
2. Predikat
Predikat kelulusan terdiri dari 3 tingkat yaitu memuaskan, sangat memuaskan dan dengan
pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik. Indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai
dasar menentukan predikat kelulusan adalah:
a.
IPK 2,00 – 2,75 : Memuaskan
b.
IPK >2,75 – 3,50 : Sangat Memuaskan
c.
IPK >3,50 – 4,00 : Cumlaude (Dengan Pujian)
Predikat kelulusan dengan pujian (cumlaude) ditentukan dengan syarat:
a.
Masa studi 4 tahun (n+0,25) tahun untuk alih program
b.
Seluruh nilai yang diperoleh tidak diperoleh dari hasil ujian ulangan (perbaikan nilai)
c.
Nilai Skripsi A.
3. Syarat-syarat Menempuh Ujian Tugas Akhir Program Sarjana
Seorang mahasiswa diperkenankan menempuh Ujian Tugas Akhir program sarjana bilamana
memenuhi syarat-syarat:
a.
Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan.
b.
Mengumpulkan sejumlah 147 sks
c.
IP Kumulatif sekurang-kurangnya 2,00.
d.
Tidak ada nilai akhir E.
e.
Telah menyelesaikan Tugas Akhir.
f.
Memiliki sertifikat Bahasa Inggris dengan nilai TOEIC minimal 500 atau TOEFL minimal
450.
g.
Memiliki sertifikat kursus Komputer minimal 2 program aplikasi
h.
Memenuhi syarat-syarat lain yang diatur dalam buku pedoman penyusunan tugas
akhir.
5.4.2 Perencanaan Sistem Manajemen Mutu
Perencanaan Sistem Penjaminan Mutu telah dilaksanakan berdasarkan dengan Rencana Strategi
Jurusan tahun 2009 – 2012.
5.5
Tanggung Jawab, Wewenang dan Komunikasi
5.5.1 Tanggung Jawab dan Wewenang
Tanggung jawab dan wewenang masing-masing orang dalam struktur organisasi Jurusan
Administrasi Bisnis sudah ditetapkan secara rinci dan jelas dalam Tugas Pokok dan Fungsi. Jurusan
menetapkan Sekretaris Jurusan sebagai MR (Management Representative) untuk menjalankan Sistem
Penjaminan Mutu di tingkat jurusan.
MR bertanggung jawab dan mempunyai wewenang untuk
memantau, mengevaluasi, dan memelihara pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu dan dibantu dengan
27
Unit Jaminan Mutu (UJM). Komunikasi antara Ketua jurusan, MR, dan Tim UJM dilakukan secara
berkala sesuai dengan kebutuhan.
Sementara komunikasi dengan stakeholders dilakukan melalui
papan pengumuman, surat undangan maupun website, atau sosialisasi dengan pertemuan tatap
muka langsung.
5.5.2 Wakil Manajemen
Jurusan menetapkan Wakil Manajemen atau MR (Management Representative) ditingkat
Jurusan sebagai perwakilan manajemen untuk keperluan audit internal maupun ekternal. MR adalah
Sekretaris Jurusan. MR mempunyai wewenang untuk memantau, mengevaluasi dan memelihara
pelaksanaan sistem manajemen mutu di tingkat Jurusan. MR bertanggung jawab untuk memastikan
bahwa semua persyaratan SMM yang diterapkan dan standar akademik yang telah ditentukan
terpenuhi. MR tingkat Jurusan masing-masing harus melapor kepada Ketua Jurusan serta
mengkomunikasikan kepada mahasiswa dan pelanggan lain, terkait dengan Sistem Manajemen Mutu
(SMM), Standar Mutu UB dan Audit baik internal maupun ekternal. MR harus mengembangkan
keahlian dalam berkomunikasi dan hubungan antar personel, serta mengerti tentang SMM
ISO9001:2008 dan standar akreditasi BAN-PT, prinsip perbaikan berkelanjutan dan juga persyaratan
pelanggan. Selain itu juga harus bersedia memberi saran/konsultasi mengenai implementasi standar.
5.5.3 Komunikasi Internal
Ketua
Jurusan
harus
menetapkan
dan
melaksanakan
proses
yang
efektif
untuk
mengkomunikasikan seluruh isu terkait kinerja sistem manajemen mutu, seperti kebijakan mutu,
persyaratan, sasaran dan pencapaian mutu. Penyediaan informasi tersebut harus membantu dalam
peningkatan kinerja sistem manajemen mutu, yang secara langsung melibatkan anggota organisasi
dalam pencapaiannya. Pimpinan harus mendorong secara aktif komunikasi umpan-balik sebagai
bentuk keterlibatan anggota organisasi.
5.6
Tinjauan Manajemen
Unit kerja harus melaksanakan tinjauan sistem manajemen mutu secara periodik,
berdasarkan kebutuhan organisasi, untuk menilai keefektifan sistem manajemen mutu dalam
pemenuhan persyaratan sasaran mutu dan kepuasan pelanggan.
Keluaran tinjauan harus berupa data yang berguna dalam perencanaan strategis untuk
mendukung peningkatan kinerja sistem manajemen mutu. Tinjauan sistem manajemen mutu harus
mencakup tinjauan periodik terjadwal dari sistem prosedur/instruksi dan pendukung, kepuasan
mahasiswa,
kriteria
penilaian,
hasil
evaluasi,
peningkatan
terdokumentasi
dan
tinjauan
pengembangan kurikulum.
Tinjauan manajemen dilakukan setelah selesai dilakukan Audit Internal Mutu (AIM) dengan
cara mengadakan pertemuan antara Ketua jurusan, MR, dan Tim UJM, dalam rangka melihat,
mengevaluasi hasil AIM dan memperbaiki jika ada kekurangan dan mencegah serta meningkatkan
mutu jika hasil AIM sangat baik dan mengevaluasi sasaran mutu yang telah ditetapkan.
Hasil tinjauan manajemen akan disampaikan kepada semua dosen dan tenaga kependidikan
pada saat rapat rutin Jurusan/program Studi
28
5.6.1 Umum
ketua jurusan meninjau ulang Standar Mutu Manajemen (SMM) secara berkala (tiap semester)
untuk memastikan terjadinya kesinambungan proses Manual Mutu berjalan sebagaiman yang
direncanakan, sehingga akan tercipta efektivitas dalam pelaksanaannya.
5.6.2 Masukan Untuk Tinjauan Manajemen
Unsur masukan dalam tinjauan manajemen meliputi hasil audit, umpan balik dari pelanggan,
kinerja proses dan produk yang terkait, status dari tindakan pencegahan dan perbaikan, tindak lanjut
dari tinjauan manajemen sebelumnya, perubahan yang dapat mempengaruhi sistem manajemen
mutu serta rekomendasi untuk peningkatan mutu. Hasil audit UJM merupakan rangkaian kegiatan
sistem penjaminan mutu dan sudah terdokumentasi dengan baik oleh UJM dan Manajemen
(Sekretaris Jurusan Administrasi Bisnis). Umpan balik dari pelanggan yaitu dari mahasiswa dapat
dinilai dari input yang diberikan melalui isian Evaluasi Dosen untuk Mahasiswa (EDOM) yang berisi
mengenai kinerja Dosen dan Akademik ataupun account facebook dengan Id Fia Ub. Input tersebut
(seperti dalam lampiran) menjadi bahan manajemen untuk melakukan evaluasi dengan UJM dalam
melakukan perbaikan-perbaikan layanan. Input ini sekaligus merupakan evaluasi dari kinerja proses
dan produk yang diberikan oleh Jurusan Administrasi Bisnis dan manajemen melakukan pembahasan
dengan UJM dalam perbaikan dan peningkatan mutu dan kinerja.
5.6.3 Keluaran dan Tinjauan Manajemen
Perbaikan yang efektif dari dalam manajemen mutu dan prosesnya, perbaikan produk yang
sesuai dengan keinginan pelanggan dan sumber daya yang dibutuhkan merupakan luaran utama
manajemen hasil tinjauan manajemen. Kinerja yang fokus pada faktor yang menjadi kunci perbaikan
efektivitas, efisiensi dan adaptibilitasnya. Pemantauan dan pengukuran pencapaian sasaran mutu
menjadi faktor penting untuk meningkatkan motivasi kerja dan inovasi secara berkelanjutan. Luaran
ini menjadi bahan masukan bagi pimpinan fakultas, Kepegawaian, dosen dan Jurusan Administrasi
Bisnis untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam meningkatkan mutu layanan, kualitas belajar
mengajar, tindakan korektif dan pencegahan.
6.
Pengelolaan Sumberdaya
6.1
Penyediaan Sumberdaya
Jurusan Administrasi Bisnis menentukan dan menjamin ketersediaan sumber daya yang
dibutuhkan dengan tujuan menerapkan, memelihara sistem manajemen mutu dan terus menerus
mengembangkan efektivitasnya. Hal ini termasuk sumber daya yang digunakan untuk menjalankan
dan meningkatkan sistem manajemen, kepuasan pelanggan dan pihak lain yang terkait.
Jurusan
Administrasi Bisnis telah membuat rencana pengembangan sumber daya sesuai dengan visi Jurusan
Administrasi Bisnis.
6.2
Sumberdaya Manusia
29
Setiap personel yang terlibat dalam Jurusan Administrasi Bisnis sangat berpengaruh besar
terhadap mutu produk. Di dalam organisasi
Jurusan Administrasi Bisnis, setiap personel memiliki
kompetensi berdasarkan pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Ketua Jurusan Administrasi Bisnis
akan selalu memastikan bahwa kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan sesuai dengan standar
kinerja organisasi yang efektif. Untuk memenuhi tuntutan terhadap tanggung jawab sebagaimana
ditetapkan dalan SMM, maka Jurusan Administrasi Bisnis:
a. Menempatkan personel yang sesuai dengan kompetensinya pada bidang yang relevan
sehingga mutu produk terjamin;
b. Mengadakan pelatihan bagi anggota baru dan pendampingan bagi pemula;
c.
Mengevaluasi efektivitas proses, kinerja dan tindakan yang dilakukan;
d. Memastikan keterlibatan dan kepedulian tiap personil dengan kontribusinya dalam usaha
pencapaian sasaran mutu;
e. Pemeliharaan rekaman sesuai dengan pelatihan dan pengalaman kerja;
f.
Mutu bagi produk;
g. Kebutuhan untuk penetapan proses, dokumentasi dan penyediaan sumber daya untuk
menghasilkan produk.
6.2.1
Umum
Sumberdaya (Dosen) yang bertanggung jawab untuk mendampingi mahasiswa dalam proses
belajar mengajar harus ada kesesuaian antara keahlian dengan mata kuliah yang diampu serta
berpengalaman di bidangnya. Jurusan Administrasi Bisnis memastikan bahwa Dosen yang bertugas
memiliki persyaratan tersebut.
6.2.2
Kompetensi, Pelatihan dan kepedulian
Dosen tetap jurusan administrasi bisnis mengikuti kegiatan seminar/pelatihan. Daftar kegiatan
dosen tetap jurusan administrasi bisnis disajikan pada tabel di bawah. Disamping mengirimkan
dosennya untuk mengikuti seminar dan pelatihan yang diadakan oleh pihak lain, jurusan Administrasi
Bisnis juga menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi dosen tetap, antara lain pelatihan statistik,
pelatihan PEKERTI, pelatihan penulisan karya ilmiah serta pelatihan peningkatan kemampuan bahasa
inggris. Pelatihan tersebut diikuti oleh hampir seluruh dosen tetap, pelatihan ditujukan untuk
meningkatkan kemampuan dosen dalam hal penulisan karya ilmiah, kemampuan menggunakan
bahasa inggris secara aktif meliputi kemampuan listening, writing, reading ataupun speaking,
sedangkan pelatihan statistika bermanfaat untuk membekali dosen menggunakan statistik sebagai
alat bantu analisis data pada saat dosen melakukan riset sesuai dengan bidang keahliannya masingmasing ada di MP. 00302.060015. Selain itu, Jurusan administrasi Bisnis juga mendorong para
Dosen untuk melakukan studi lanjut sampai memiliki gelar Doktor baik di dalam maupun di luar
negeri.
Selain dosen, SDM yang juga berpengaruh pada pelayanan adalah karyawan. Oelh karena itu
30
Karyawan harus memiliki kompetensi berdasarkan pendidikan formal, pelatihan dan pengalaman.
Pimpinan akan selalu memastikan bahwa kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan sesuai
dengan standar kinerja organisasi yang efektif. Oleh karena rekruitmen karyawan dilakukan melalui
kebijakan Universitas atau Fakultas, maka Jurusan hanya mengusulkan penambahan karyawan untuk
ditempatkan di Jurusan Administrasi Bisnis. Untuk meningkatkan kompetensi karyawan, secara
periodi, Universitas atau Fakultas mengadakan pelatihan yang mendukung tugas karyawan. Antara
lain pelatihan pelayanan jurnal, pelatihan pelayanan prima, pelatihan pembuatan blog, dsb.
Berkaitan dengan atauran kedisiplinan karyawan ditetapkan oleh fakultas.
6.3
Prasarana
Jurusan Administrasi Bisnis menyediakan dan memelihara beberapa infrastruktur yang
diperlukan untuk mempermudah organisasi dalam pencapaian sistem manajemen mutu. Infrastruktur
mencakup sarana dan prasarana, yang penggunaannya diupayakan untuk meningkatkan efektivitas
kinerja organisasi. Prasarana yang dibutuhkan meliputi ruang kantor utama, ruang rapat dan ruang
pelatihan. Sementara itu, sarana yang disediakan meliputi alat komunikasi (telepon, fax, internet),
komputer, scanner, printer, faksimile, mesin ketik elektrik, papan tulis, kamera, voice recorder,
software, meja, hotspot area,kursi dan lemari dokumen.
Pelayanan berdasarkan kenyamanan kepada pengguna layanan dengan selalu membersihkan
ruangan dan tempat – tempat lain yang merupakan pusat lingkungan dalam civitas FIA. Sedangkan
sarana untuk menyampaikan keluhan, pelanggan telah disediakan sarana e complain.
6.4
Lingkungan Kerja
Seluruh personil Administrasi Bisnis bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kerja
yang nyaman, dinamis, dan produktif. Dalam penetapan infrastruktur dan lingkungan kerja digunakan
pertimbangan sebagai berikut :
a. Mengevaluasi sumber daya yang diperlukan untuk keberlangsungan kinerja.
b. Kesesuaian sarana dan prasarana tersebut dengan fungsi, kinerja, sasaran, kemampuan
pengadaan dan pemeliharaan, pembiayaan operasional, keamanan dan pembaharuan.
7.
Realisasi Produk
7.1
Perencanaan Realisasi Produk
UJM Administrasi Bisnis telah merancang spesifikasi produk dan telah merencanakan proses
yang diperlukan untuk merealisasikannya. Perencanaan realisasi produk berjalan sesuai dengan
persyaratan proses lainnya dari sistem manajemen mutu. Dalam perencanaan realisasi produk, UJM
Administrasi Bisnis telah menetapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Sasaran dan persyaratan mutu bagi produk (Poin 5.4.1.)
b. Kebutuhan untuk penetapan proses, dokumentasi dan penyediaan sumber daya untuk
menghasilkan produk (poin 6).
31
Selain itu Jurusan bersama dengan fakultas telah merencanakan program penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat, termasuk diseminasi dan sitasi hasil penelitian, pengajuan HAKI dan
komersialiasi inovasi penelitian. Selain itu juga merencanakan pengembangan, tinjauan dan
pemutakhiran telah merencanakan sumber daya yang diperlukan untuk seluruh proses. Realisasi
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah meningkatkan kompetensi civitas akademika dan
menghasilkan output berupa publikasi ilmiah, buku ajar, rancangan strategi, atau inovasi iptek yang
digunakan masyarakat.
Proses Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah dikendalikan meliputi asesmen
payung, roadmap dan track record penelitian, penilaian dan tindak lanjut kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat, layanan pendukung, alokasi sumber daya, kriteria evaluasi, dan
prosedur peningkatan untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Metode pengendalian merupakan
bagian tinjauan manajemen untuk menjamin pemenuhan spesifikasi prosedur atau instruksi, metode
pengendalian konsisten dengan praktek mutu yang diterima. Perubahan metode pengendalian
proses-proses utama tersebut telah didokumentasikan dan prosedur atau instruksi telah dievaluasi
sebelum perubahan dilakukan. Pemantauan telah dilakukan untuk verifikasi bahwa metode
pengendalian telah efektif dan rekaman telah dipelihara. Adapun metode pengendalian yang
diterapkan oleh Jurusan Administrasi Bisnis adalah dengan melakukan Evaluasi setiap akhir semester
berupa rapat jurusan untuk memantau perkembangan.
7.2
Proses Berkaitan dengan Pelanggan
Pelanggan dalam proses bisnis Program Studi adalah seluruh pihak yang dapat dikategorikan
sebagai stakeholders. Pelanggan utama adalah Mahasiswa dan Dosen sebagai masukan dalam sebuah
proses. Berkaitan dengan hal tersebut realisasi produk yang telah dilaksanakan sebagai berikut:
a) Mahasiswa
1) Penanganan Mahasiswa bermasalah ( uraian dari pelaksanaan penanganan mahasiswa
bermasalah dijelaskan dalam MP 5 )
2) Prosedur pembuatan jadwal kuliah (Uraian pada MP 6)
3) Prosedur peminjaman LCD dan Wireless (Uraian pada MP 7)
4) Semester pendek khusus (Uraian pada MP 8)
5) Ujian susulan UTS dan UAS (Uraian pada MP 9)
6) Penggantian Dosen Pembeimbing Akademik (Uraian pada MP 12)
7) Dosen Pembimbing Akademik (Uraian pada MP 13)
8) Magang (Uraian pada MP 15)
9) Pembimbing registrasi akademik (Uraian pada MP 16)
10) Penyelesaiana Skripsi (Uraian pada MP 19)
b) Penyelenggara Proses Belajar Mengajar (PBM)
1) Staffing Dosen (Uraian pelaksanaan pada MP 4)
32
2) Rekruitmen Dosen (Uraian pelaksanaan pada MP 8)
3) Penanganan Dosen bermasalah (Uraian pelaksanaan pada MP 10)
4) Pengembangan staf (Uraian pelaksanaan pada MP 11)
5) Kenaikan pangkat (Uraian pelaksanaan pada MP 14)
6) Pengembangan kurikulum (uraian pelaksanaan pada MP 17)
Pelayanan mahasiswa diberikan dalam bentuk layanan informasi, bantuan belajar, bimbingan akademik,
administrasi akademik, keluhan pelanggan, dan ruang baca. Layanan ini dimaksudkan untuk
membantu mahasiswa mengatasi masalah akademik dan administrasi akademik yang dihadapi selama
perkuliahan. Jurusan Administrasi Bisnis secara umum memberikan layanan yang intangible, not
storable, dan comsumed selama penyampaiannya. Jurusan harus memberi kesempatan pada
mahasiswa untuk belajar baik hard skill maupun soft skill dan belajar mempraktekkan penerapan
konsep dan teori dalam praktek lapangan. Proses Belajar Mengajar (PBM) dalam menjalankan Tri
Dharma PT yang dilakukan di ruang kelas, ruang seminar, dan laboratorium yang ada di lingkungan
Jurusan melalui kegiatan perkuliahan, tutorial, dan praktikum laboratorium dalam gedung serta
lapangan diharapkan minimal meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Fasilitas aman, sehat, bersih dan bersifat substansi terhadap pengembangan Ilmu
Administrasi Publik.
b. Prosedur komunikasi dua arah antara Mahsiswa dan staff jurusan yang responsif.
c.
Staff Jurusan memperlakukan semua mahasiswa dengan penuh hormat.
d.
Jurusan memberikan informasi penting secara terbuka terkait: beasiswa, peluang kerja dan
kegiatan jurusan melalui pengumuman di jurusan maupun website jurusan.
e. Kegiatan-kegiatan layanan dilaksanakan oleh staff yang sesuai dengan kualifikasi dan tugas
masing-masing.
7.2.1
Penetapan Persyaratan yang berkaitan dengan Produk
Dalam menetapkan persyaratan produk Jurusan Administrasi Bisnis mengacu pada:
a. Persyaratan pendidikan secara umum nampak pada perilaku kebutuhan pemenuhan harapan
akademik, profesional dan pengguna layanan (pemerintah dan masyarakat).
b.
Persyaratan spesifik mahasiswa dapat terkandung dalam rencana studi dan kurikulum dan
layanan pendidikan yang diberikan oleh Jurusan. Layanan pendidikan harus memenuhi
persyaratan hukum, peraturan dan akreditasi terkait pendidikan.
c.
Persyaratan terkait dengan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan jurusan,
laboratorium dan pusat kajian yang ada pada jurusan.
d. Persyaratan terkait layanan juga mencakup persyaratan yang ditetapkan oleh jurusan dalam
memberikan layanan administrasi pendidikan kepada mahasiswa. Hal ini dapat berupa bukti
studi sebelumnya, dokumen personal, aturan administrasi, NIM dan lain-lain.
33
Persyaratan khusus mengacu pada:
1. Hasil ”assesment” terhadap PBM oleh mahasiswa setiap tahun
2. Hasil ”Tracer Study” tentang kompetensi kepada pihak industri
3. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
4. PP No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi
5. Kepmendiknas No. 232/U/2008 tentang Kurikulum Perguruan Tinggi
6. Masukan/ pengalaman para staf pengajar Jurusan Adminitrasi Bisnis
7.2.2
Tinjauan Persyaratan yang berkaitan dengan Produk
Pada saat memberikan pendidikan kepada calon mahasiswa, dilakukan tinjauan persyaratan
calon mahasisiswa. Persyaratan didokumentasikan kelengkapan dan kejelasannya ditinjau.
Komunikasi dengan calon mahasiswa perlu dilakukan dengan:
1. ”Open House” pada saat sebelum pendaftaran calon peserta ujian saringan.
2. Memberikan penjelasan tentang program studi, sistem pengajaran, karir, dll.
3. Menampung umpan balik dari calon siswa dan orang tua siswa.
4. Memberikan penjelasan secara langsung.
7.2.3
Komunikasi Pelanggan
Komunikasi dengan pelanggan diperlukan dalam rangka untuk mewujudkan pelayanan jurusan
Administrasi Bisnis
kepada para pelanggan. Dari komunikasi yang diselenggarakan diharapkan
mampu menghasilkan kebijakan yang saling menguntungkan antara pihak pelanggan dengan pihak
para pelanggan. Jurusan secara transparansi memberikan informasi yang berkaitan dengan proses
penyelenggaraan perkuliahan. Pelanggan dapat menyampaikan aspirasi berupa saran, kritik atau
masukan kepada pihak jurusan. Komunikasi tersebut dilaksanakan melalui tatap muka langsung,
faximile, telepon, email, surat – menyurat atau melalui website: www.ub.ac.id / www.fia.ub.ac.id.
Aspirasi tersebut selanjutnya dibahas dalam rapat jurusan untuk menentukan kebijakan yang tepat.
Dengan demikian para pelanggan mendapatkan kemudahan setiap kali berkomunikasi tanpa harus
terhambat oleh ruang dan waktu. Para pelanggan juga merasa dihargai karena setiap aspirasi yang
diberikan diperhatikan dan diberikan solusi yang tepat, sehingga mereka puas dengan segala bentuk
pelayanan yang disediakan oleh Jurusan.
7.3
Desain dan Pengembangan
Desain dan pengembangan kurikulum haruslah berangkat dari Visi, misi, dan selaras dengan
arah pengembangan jurusan, aspek potensi peserta didik, aspek pengembangan sikap mental, aspek
pengembangan potensi dasar peserta didik, aspek kebutuhan dan lapangan kerja. Oleh sebab itu
Jurusan Administrasi Publik harus memiliki metode yang jelas dalam rangka mengembangkan
kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dan kondisi kekinian. Disinilah dituntut adanya
perencanaan dan evaluasi yang secara periodik dilaksanakan.
34
7.3.1
Perencanaan Desain dan Pengembangan Kurikulum
Dalam perencanaan program studi dan kurikulumnya, pimpinan fakultas, jurusan dan
program studi yakni Dekan FIA dan Ketua Jurusan Administrasi Bisnis mempertimbangkan
pengembangan Program Studi dan kurikulum untuk kepentingan pelayanan pada mahasiswa.
Hal ini dimaksudkan
agar
mampu memberikan
pelayanan
yang
maksimal dengan tidak
mengesampingkan kurikulum yang telah dibuat.
Beberapa pertimbangan diperhatikan dalam perencanaan kurikulum adalah sebagai berikut:
a. Ketua jurusan mempertimbangkan desain dan pengembangan kurikulum untuk keuntungan
mahasiswa.
b. Kegiatan pengendalian desain sesuai dengan maksud dan durasi layanan pendidikan.
c.
Perencanaan dikembangkan oleh dosen, masyarakat dan pengguna layanan sebagai pihak
yang langsung bekerja sama dengan mahasiswa.
d. Perencanaan memungkinkan para pengajar (dosen) menyesuaikan pengalaman-pengalaman
dengan
kebutuhan-kebutuhan
pengembangan,
kesanggupan,
dan
taraf
kematangan
mahasiswa.
e. Asesmen kebutuhan memperhatikan keefektifan sistem dan capaian mahasiswa serta
mencakup persyaratan kinerja potensial dan aktual untuk menentukan:
f.

Bagaimana instruksi dapat membantu mahasiswa menjadi kompeten;

Ukuran keefektifan instruksi tertentu ;

Keahlian apa yang sesuai dengan persyaratan kurikulum.
Asesmen menyediakan informasi yang dapat digunakan dalam proses tinjauan kurikulum.
g. Laporan analisis kebutuhan menyediakan masukan untuk proses desain kurikulum,
menggambarkan hasil asesmen kebutuhan dan menyatakan tujuan akhir untuk desain.
h. Proses pengembangan didokumentasikan dan digunakan oleh pengembang. Terdapat
pernyataan proses tertentu masing-masing media penyampaian, atau proses generik untuk
semua media. Proses-proses ini meliputi urutan tahap proses pengembangan; personel yang
terlibat, proses tinjauan, dan kriteria terkait
Pengendalian rancangan telah sesuai dengan lama studi pendidikan. Prosedur yang berlaku
memastikan bahwa materi pendidikan sesuai dengan persyaratan kurikulum. Analisis kebutuhan
mencakup keefektifan sistem pendidikan dan kinerja organisasi untuk mencapai kompetensi lulusan
dan learning outcomes mahasiswa. Hal ini digunakan untuk menentukan agar PBM dapat membantu
mahasiswa menjadi kompeten, ukuran keefektifan suatu metode PBM yang diterapkan, dan keahlian
dan kompetensi yang sesuai dengan target kurikulum.
Analisis tersebut bermanfaat untuk menyediakan informasi yang dapat digunakan dalam
35
proses evaluasi kurikulum. Laporan analisis kebutuhan telah menyediakan masukan untuk proses
rancangan kurikulum, menggambarkan hasil analisis kebutuhan dan menyatakan tujuan akhir
untuk rancangan kurikulum. Proses pengembangan kurikulum Program Studi didokumentasikan
dan digunakan oleh Jurusan Administrasi Bisnis dengan menggunakan media informasi yang sesuai.
Laporan tersebut menjelaskan urutan tahap proses pengembangan, personel yang terlibat,
mekanisme evaluasi dan kriteria digunakan.
7.3.2
Masukan Desain dan Pengembangan
Jurusan Administrasi Bisnis telah mengidentifikasi dan mendokumentasikan masukan untuk
rancangan kurikulum Program Studi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Masukan desain
dan pengembangan diperlukan sebagai acuan utama pentingnya kurikulum tersebut dikembangkan
atau diperbaharui. Masukan dapat diperoleh dari mahasiswa sebagai sasaran, dosen sebagai
pengajar, pengguna lulusan dan masyarakat sebagai pengguna keluaran. Jurusan mengidentifikasi
masukan untuk desain kurikulum dan rekaman masukan tersebut yang kemudian disesuaikan dengan
arah pencapaian Visi, Misi Jurusan serta relevan dengan visi, misi Fakultas dan Universitas.
7.3.3
Keluaran Desain dan Pengembangan
Output rancangan dan pengembangan yang ditetapkan oleh Jurusan Administrasi Bisnis telah
mencakup keahlian dan pengetahuan yang dipersyaratkan pengguna lulusan pada suatu kurikulum,
strategi PBM dan evaluasi kinerja organisasi.
7.3.4
Tinjauan Desain dan Pengembangan
Tim evaluator Jurusan Administrasi Bisnis pada setiap tahap evaluasi telah mengidentifikasi
hasil rancangan dan pengembangan kurikulum sesuai dengan persyaratan atau standar yang
diacu (misalnya, profil lulusan, kompetensi suatu profesi, sertifikasi kompetensi lulusan).
7.3.5
Verifikasi Desain dan Pengembangan
Verifikasi rancangan telah dilakukan oleh Jurusan Administrasi Bisnis dalam satu atau beberapa
tahap sesuai dengan rencana rancangan dan pengembangan yang telah disepakati.
Kegiatan ini
dilakukan secara internal oleh setiap pakar yang tidak berpartisipasi dalam tinjauan rancangan secara
independen. Tahap keluaran rancangan dan pengembangan sesuai dengan spesifikasi masukan
rancangan dan pengembangan. Rekaman keluaran verifikasi dan setiap tindakan yang diperlukan
telah dipelihara.
7.3.6
Validasi Desain dan Pengembangan
Jurusan Administrasi Bisnis telah melakukan Validasi yang dilaksanakan dengan pengesahan
oleh pimpinan unit kerja agar karakteristik layanan pendidikan yang direncanakan dalam
rancangan
kegiatan
pendidikan,
penelitian
dan
pengabdian
kepada
masyarakat
dapat
dipastikan penerapannya. Secara umum, validasi dilakukan pada tahap akhir suatu perencanaan.
Sebagai contoh validasi yang ada di jurusan administrasi bisnis meliputi validasi soal ujian yang
dilakukan oleh tim pengajar . Akreditasi dan sertifikasi oleh berbagai pihak di dalam dan luar unit
kerja termasuk metode validasi. Rekaman adanya tindakan dan keluaran validasi harus dipelihara.
7.3.7
Pengendalian Perubahan Desain dan Pengembangan
36
Dalam lingkungan pendidikan, pesatnya perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat
menjadi arahan tinjauan rancangan dan pengembangan tri dharma PT secara
periodik
dan
menghasilkan perubahan. Perubahan tersebut telah diidentifikasi, didokumentasikan, disahkan dan
dikomunikasikan oleh Jurusan Administrasi Bisnis kepada pihak-pihak terkait. Setiap perubahan harus
mencakup keseluruhan kegiatan terkait dan rekaman harus dipelihara.
7.4
Pembelian
Pengadaan barang dan infrastruktur pada Jurusan Administrasi Bisnis dilakukan oleh pihak
Fakultas berdasarkan usulan dari Jurusan.
7.4.1
Proses Pembelian
Sebelum melakukan pembelian, perlu dilakukan identifikasi kebutuhan dan dihitung secara
tepat dan akurat. Proses pembelian juga mencakup investasi peningkatan SDM. Dalam proses
pembelian, analisa terhadap kinerja pemasok dan lembaga sejenis dilakukan secara masak dengan
memperhitungkan rekam jejak mitra pemasok.
7.4.2
Informasi Pembelian
Informasi pembelian adalah info tentang kebutuhan barang dan layanan peningkatan SDM
dengan mendasarkan pada keperluan yang disesuaikan dalam rangka menunjang efektifitas kinerja
organisasi. Informasi pembelian akan menjadi data yang sangat bermanfaat bagi pemasok dalam
menyediakan kebutuhan yang diinginkan Jurusan Administrasi Bisnis.
7.4.3
Verifikasi Produk yang Dibeli
Kepala Tata Usaha bekerjasama dengan PD II secara koordinatif melakukan verifikasi
pembelian dalam rangka menjamin mutu dan standar produk yang dibeli.
7.5
7.5.1
Produksi dan Penyediaan Jasa
Pengendalian Produksi dan Penyediaan Jasa
Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran yang digunakan oleh Jurusan Administrasi
Bisnis telah didokumentasikan dalam dokumen Manual Prosedur: Audit Internal dan Penanganan
Produk Tidak Sesuai.
7.5.2
Validasi Proses Produksi dan Penyediaan Jasa
UJM Jurusan Administrasi Bisnis merencanakan dan melaksanakan tugas di bawah kondisi
terkendali. UJM Jurusan Administrasi Bisnis mengidentifikasi setiap komponen dan produk dari setiap
proses pelaksanaan tugas sampai pengiriman ke pengguna jasa. Untuk merencanakan dan
melaksanakan pengendalian proses produksi, UJM Jurusan Administrasi Bisnis melakukan hal-hal
sebagai berikut:
1. Menyediakan informasi yang menggambarkan karakteristik produk.
2. Menyediakan MP dan IK.
3. Menggunakan peralatan kerja yang sesuai.
4. Menyediakan sarana pemantauan dan pengukuran keberhasilan.
37
5. Menerapkan pemantauan dan pengukuran keberhasilan.
7.5.3
Identifikasi dan Mampu Telusur
Setiap kegiatan Jurusan Administrasi Bisnis tentang segala pelayanan semuanya terekam
dalam Manual Prosedur sehingga mudah untuk diidentifikasi setiap jenis pelayanan.
7.5.4
Milik Pelanggan
Setiap jenis kepemilikan yang berhubungan dengan kependidikan pada saat registrasi ataupun
setelah registrasi yang dimiliki oleh pelanggan semua tersimpan oleh Jurusan Administrasi Bisnis.
Apabila terjadi kerusakan atau hilang, maka akan dilaporkan kepada pelanggan.
7.5.5
Preservasi Produk
Jurusan Administrasi Bisnis menyimpan dokumen dan produk layanan dari pelanggan. Produk
layanan teridentifikasi dan terpelihara dengan baik, sehingga tetap memenuhi persyaratan saat
diperlukan kembali oleh pelanggan.
7.6
Pengendalian Peralatan Pemantauan dan Pengukuran
Pengendalian yang meliputi identifikasi, dokumentasi, evaluasi, pemisahan dan disposisi produkproduk yang tidak sesuai, serta pemberitahuan kepada bidang terkait. Dilakukan dengan cara:
a. Mengambil tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian
b. Memperbolehkan pemakaian, pelepasan, atau penerimaan melalui konsesi oleh pihak
berwenang yang relevan misalnya Rektor atau Pembantu Rektor I.
c.
Melakukan tindakan pencegahan pemakaian
8.
Pengukuran, Analisis dan Perbaikan
8.1
Umum
Hasil dari upaya pemantauan dan pengukuran akan dipergunakan sebagai pertimbangan dalam
meningkatkan dan melakukan perbaikan kinerja didalam lingkup manajemen mutu yang mendukung
terselenggaranya proses pendidikan yang ideal.
8.2
Pemantauan dan Pengukuran
Pemantauan dan pengukuran Unit Jaminan Mutu dilakukan melalui pemantauan dan pengukuran
proses dan pemantauan dan pengukuran produk. Pemantauan dan Pengukuran tersebut dilakukan
dengan cara mengidentifikasi kepuasan pelanggan dan audit internal secara periodik.
8.2.1
Kepuasan Pelanggan
Selain untuk mencapai Visi dan Misi, Jurusan Administrasi Bisnis akan memberikan pelayanan
pendidikan kepada pelanggan utama mahasiswa. Untuk mewujudkan kepuasan mahasiswa dilakukan
dengan cara memberikan pelayanan dalam bentuk:
a. Setiap mahasiswa mendapatkan dosen Pembimbing Akademik
b. Setiap mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu akan mendapatkan beasiswa
38
c.
Dalam proses belajar mengajar disediakan sarana prasarana penunjang seperti laboratorium,
perpustakaan, dan akses hot spot gratis
d. Telah dilakukan proses transparansi penilaian melalui pengumuman kepada mahasiswa
tentang hasil akhir penilaian mata kuliah
e. Setiap akhir semester diedarkan borang atau kepuasan mahasiswa terhadap layanan
pendidikan termasuk proses belajar mengajar di Jurusan Administrasi Bisnis
f.
Untuk menciptakan kondisi yang kondusif hubungan antara mahasiswa dan jurusan
dilaksanakan forum diskusi antara mahasiswa dan pimpinan jurusan serta dosen dalam
bentuk audiensi.
8.2.2
Audit Internal
UJM Administrasi Bisnis FIA – UB menjadwalkan rencana audit internal tiap semester untuk
memastikan jika SMM:
a. Sesuai dengan perencanaan yang disusun
b. Memenuhi persyaratan standar internasional dan persyaratan sistem manajemen mutu yang
ditetapkan organisasi
c.
Dipelihara dan diterapkan secara efektif. Hasil audit dan bukti kesesuaian kinerja dengan
kriteria yang ditetapkan harus dipelihara.
d. Pemantauan kesesuaian antara materi yang disampaikan dan RPKPS.
Audit internal dilakukan melalui Evaluasi Pembelajaran Oleh Mahasiswa (EPOM).
8.2.3
Pemantauan dan Pengukuran Proses
UJM Administrasi Bisnis FIA – UB menentukan metode yang diperlukan dan digunakan untuk
melakukan pengukuran kinerja sistem manajemen mutu dalam organisasi. Yang menjadi variabel
terikat adalah kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat dipantau melalui kuisioner tervalidasi
yang secara rutin disampaikan kepada pelanggan. Organisasi merencanakan program audit internal
dengan proses yang tepat sesuai lingkup diaudit, termasuk mempertimbangkan hasil audit
sebelumnya. Kriteria, lingkup, frekuensi dan metode audit telah ditentukan, seleksi auditor dan
pelaksanaan audit harus dapat memastikan sasaran dan kejujuran dari proses tersebut. Auditor tidak
boleh mengaudit pekerjaannya sendiri.
Hasil audit dicatat dalam prosedur yang terdokumentasi. Manajemen yang bertanggung jawab
untuk lingkup yang diaudit harus memastikan bahwa tindakan yang dilakukan tidak tertunda
sehingga hal ini menghilangkan deteksi ketidaksesuaian dan penyebabnya. UJM Administrasi Bisnis
FIA – UB menggunakan metode yang tepat untuk pemantauan dan pengukuran proses sistem
manajemen mutu. Metode tersebut dapat mengukur mutu proses dan capaian hasil yang telah
ditargetkan. Bila hasil yang direncanakan tidak tercapai, maka akan dilakukan koreksi dan tindakan
pencegahan yang tepat sehingga kesesuaian produk terjamin. Metode yang digunakan adalah dengan
membagikan kuisioner kepada mahasiswa setiap akhir semester untuk menilai kinerja proses
pelayanan dan proses belajar-mengajar. Hasil evaluasi tersebut disampaikan kepada pihak terkait
untuk mendapatkan respon berupa tindakan konstruktif.
39
8.2.4
Pemantauan dan Pengukuran Produk
UJM Administrasi Bisnis FIA – UB memantau dan mengukur karakteristik produk untuk
memastikan jika persyaratan produk telah terpenuhi. Hal ini dilaksanakan pada penanggung jawab
proses realisasi produk menurut pengaturan yang sudah direncanakan. Dalam pengukuran kinerja
sistem manajemen yang mengacu pada kepuasan pelanggan, diterapkan persyaratan sebagai
berikut:
a. Pengumpulan data komprehensif dan mencakup sumber informasi terkait;
b. Frekuensi pengumpulan dan tinjauan analisis data yang relevan;
c.
8.3
Klarifikasi informasi dilakukan secara sampling dan pemantauannya dilakukan secara rutin.
Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai
UJM Administrasi Bisnis FIA – UB memastikan bahwa produk yang tidak sesuai dengan
persyaratan yang telah ditetapkan akan dicegah penggunaannya. Pengendalian dilakukan oleh
Sekretaris UJM Administrasi Bisnis dibantu oleh Jurusan dengan menetapkan dan memelihara
prosedur terdokumentasi untuk menangani hal ini. Pengendalian yang meliputi identifikasi,
dokumentasi,
evaluasi,
pemisahan
dan
disposisi
produk-produk
yang
tidak
sesuai,
serta
pemberitahuan kepada bidang terkait. Pengendalian dilakukan dengan:
d. Mengambil tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian;
e. Memperbolehkan pemakaian, pelepasan, atau penerimaan melalui konsesi oleh pihak
berwenang yang relevan misalnya dekan atau Pembantu Dekan I;
f.
8.4
Melakukan tindakan pencegahan pemakaian.
Analisis Data
UJM Administrasi Bisnis FIA – UB menentukan, mengumpulkan dan menganalisis data yang
tepat untuk memperlihatkan kesesuaian dan efektivitas sistem manajemen mutu serta mengevaluasi
efektivitas peningkatan berkelanjutan. Data dihasilkan dari pemantauan, pengukuran dan dari sumber
lainnya yang relevan. Analisis data harus menyediakan informasi yang berhubungan dengan:
a. Kepuasan pelanggan;
b. Kesesuaian dengan persyaratan produk;
c.
Karakteristik dan kecenderungan proses maupun produk, termasuk tindakan pencegahan dan
korektif.
Analisis Data yang dilakukan oleh Administrasi Bisnis dilakukan setiap akhir semester, setelah
proses pengumpulan data selesai.
8.5
8.5.1
Perbaikan
Perbaikan Berkesinambungan
UJM Administrasi Bisnis FIA – UB melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap efektivitas SMM
melalui penggunaan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisis data, tindakan korektif dan
40
pencegahan serta tinjauan manajemen. Tindakan korektif dan pencegahan dilakukan untuk
mengurangi kemungkinan ketidaksesuaian dan mencegah ketidaksesuaian terulang kembali.
Tindakan korektif dan pencegahan harus sesuai dengan penyebab ketidaksesuaian dan akar
penyebab masalah yang ditemukan.
8.5.2
Tindakan Korektif
Tindakan korektif yang telah dijalankan oleh Jurusan Administrasi Bisnis FIA-UB antara lain:
a. Telah menetapkan manual prosedur (prosedur terdokumentasi) untuk melaksanakan tindakan
korektif yang teridentifikasi dari analisis penyebab ketidaksesuaian dan peluang peningkatan;
b. Mengeliminasi ketidaksesuaian yang terjadi selama kinerja sistem manajemen mutu dan proses
pemberian layanan pelanggan;
c. Setiap tindakan korektif selalu direkam dan didokumentasikan dengan baik.
8.5.3
Tindakan Pencegahan
a. Jurusan Administrasi Bisnis FIA-UB menetapkan manual prosedur (prosedur terdokumentasi)
untuk tindakan pencegahan beradasar atas dihasilkan dari analisis ketidaksesuaian potensial dan
peluang perbaikan dalam sistem manajemen mutu dan layanan pada pelanggan (mahasiswa dan
pihak terkait).
b. Setiap tindakan pencegahan telah direkam dan dikomunikasikan ke semua bidang organisasi yang
sesuai. Hasil dari perbaikan atas tindakan pencegahan dikomunikasikan/disosialisasikan kepada
semua bagian organisasi.
41

Similar documents

×

Report this document